Kamis, 30 Juli 2015

LANTASKIM di Divisi Keimigrasian

Salam sejahtera untuk para pembaca dimanapun berada !
Alhamdulillah di postingan sebelumnya, author sudah memperkenalkan diri, agar para pembaca bisa lebih mengenal diri author.

Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan mempost dan berbagi pengetahuan bagi para pembaca. Karena kebetulan penulis sedang melakukan tugas sekolah Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Wilayah Bandung Kementrian Hukum dan HAM di Divisi Keimigrasian. 

Dengan melakukan wawancara dari narasumber terpercaya, bapak Emil Malik dengan jabatan sebagai Staf Sub Bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, ( sekarang diubah menjadi Jabatan Fungsional Umum.),yang sudah bekerja selama kurang lebih 14 tahun. Sehingga penulis dapat mendapatkan informasi selengkap mungkin dengan lamanya durasi wawancara sekitar 45 menit 53 detik di ruangan rapat divisi keimigrasian.
Sebelumnya, perhatikan gambar berikut!
PENGERTIAN LANTASKIM

LANTASKIM merupakan singkatan dari Lalu Lintas Keimigrasian di bawah Sub Bidang LALINTALTUSKIM  ( Lalu Lintas, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian ). Agak rumit ya kepanjangannya, untuk itu di berikan singkatan agar dapat dengan mudah di ucapkan. Tapi bukan hanya bidang ini saja yang diberikan singkatan tetapi bagian lain juga. Karena penulis juga masih dalam tahap beradaptasi dengan lingkungan disini jadi sering kali tertukar antara bagian satu dengan yang lainnya :’D.
LANTASKIM adalah bidang yang yang berfungsi untuk menangani lalu lintas atau lalu lalang orang asing dan bertugas menangani paspor. Menangani dalam hal ini bukan berarti terjun langsung dalam pembuatan paspor, tetapi lebih kepada pengawasan.

TUGAS LANTASKIM
 
Untuk tugas dari Sub Bidang Seksi LANTASKIM di Divisi Keimigrasian hanya menangani paspor saja, tetapi sedikit berbeda dengan bidang LANTASKIM di Kantor Imigrasi yang volume kerjanya jauh lebih banyak. Karena di Divisi Keimigrasian Kanwil Jabar ini hanya bertugas melakukan Pengorganisasian, Pengawasan ( Monitoring ), Pembinaan, serta Pemberian Arahan.


PERBEDAAN SUB BIDANG LANTASKIM DI DIVISI KEIMIGRASIAN dan DI KANTOR IMIGRASI

Tugas bidang LANTASKIM di Divisi Keimigrasian dan di Kantor Imigrasi (UPT/Unit Pelaksana Teknis) memiliki perbedaan. Baik dilihat dari segi volume kerja maupun dari tugas.
Agar lebih jelasnya lagi perhatikan tabel berikut !
 
Perbedaan LANTASKIM di Divisi Keimigrasian dan Kantor Imigrasi
Segi Perbedaan
Divisi Keimigrasian
Kantor Imigrasi
Bila Dilihat dari segi Volume Kerja & pekerjaan yang dilakukan
·         Menangani Paspor
  •  Melakukan pengecekan kelengkapan berkas permohonan SPRI
  •  Melakukan pengecekan kelengkapan berkas Exit Re-Entry Permit dan loket
  •  Membubuhkan paraf setelah lengkap berkas permohonan paspor dan berkas exit Re-Entry Permit
  •  Melakukan pengawasan terhadap staf, loket, entry data, foto,wawancara, pencetakan paspor, bagian pengambilan paspor dan pengambilan Re-Entry Permit
  •  Melakukan Koordinasi degan staf Lantaskim (briefing)
  •  Memberikan pertimbangan keputusan dalam hal pemberian ijin bertolak ataupun ditolak keberangkatannya bagi yang secara otomatis diarahkan oleh system maupun yang diarahkan petugas pemeriksa keimigrasian
  •  Memberikan pertimbangan keputusan dalam hal pemberian ijin masuk ataupun ditolak masuk ke wilayah Indonesia bagi yang secara otomatis diarahkan oleh system maupun yang diarahkan petugas pemeriksa keimigrasian
  •  Memeriksa hasil laporan bulanan dan data statistik penumpang
  •  Menandatangani laporan penggunaan Visa On Arrival
  •  Melakukan koordinasi eksternal dengan pihak otoritas bandara dan instansi terkait pada Lingkungan Bandara Husein Sastranegara Bandung
  •  Melakukan koordinasi dengan atasan langsung serta evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan kerja pada sub seksi
  •  Menandatangani dan memberikan penilaian terhadap kinerja petugas seksi lalu lintas keimigrasian
Bila dilihat dari Tugas
·         Karena langsung di bawah pengawasan Kanwil Jabar, hanya bertugas melakukan pengorganisasian, monitoring, pembinaan dan pemberian arahan.
  • Lebih bersifat Teknis, Kantor Imigrasi disebut juga sebagai UPT (Unit Pelaksana Teknis). Jadi wajar, jika pekerjaan di Kantor Imigrasi lebih banyak daripada di Divisi Keimigrasian Kanwil Jabar


Nah, itu dia sekilas informasi mengenai Bidang LANTASKIM di Divisi Keimigrasian. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan tutur kata yang kurang berkenan dikarenakan artikel ini jauh dari kesempurnaan. Silahkan untuk meninggalkan saran dan komentar!
Thank's for Reading :') !

Rabu, 29 Juli 2015

Introducing the author


About Me

Sri Wahyuni adalah nama lengkap dari author, dan untuk nama panggilannya biasa di panggil Sri atau Nci. Dari namanya saja pasti para pembaca sudah bisa menyimpulkan sendiri kalau penulis pasti orang Jawa karena nama “Sri” itu sendiri memang nama yang original khas Jawa. Tapi jujur, author bukan orang Jawa, malah saya asli berdarah Sunda (Bandung-Cianjur) atau bisa juga di sebut “The Half Blood Girl”wihhhhh ngawur  (yaa walaupun masih satu suku bangsa).

Awalnya author merasa keberatan dan sempat protes kepada sang Ayah kenapa harus di beri nama Sri Wahyuni? Kenapa ga di kasih nama-nama yang modern dan terkini, jujur saya merasa nama ini sangat kuno dan tidak keren juga mengglobalisasi. Tapi akhirnya author mengerti setelah sang ayah menjelaskan dengan tutur kata yang lembut dan penuh perhatian. Beliau menjelaskan bahwa arti kata “Sri” artinya adalah Kuat dan Wahyuni adalah Wahyu (Pemberian) dan kata belakang Ni diambil dari sang ibu Sri Wahyuni itu adalah pemberian yang kuat dari sang ibu. Itulah arti saya bagi sang ayah, wow. Jadi bagi para pembaca yang kurang PD dengan nama aslinya yang terdengar jadul dan tidak kekinian jangan minder. Karena dibalik sebuah nama ada arti yang berharga dan itu bisa menjadi sebuah doa. Jangan komplain sama orang tua, karena orang tua tau yang terbaik untuk sang anak.  Daripada ikutin artis ibu kota yang sok kekinian ubah nama aslinya dengan nama beken hufffhh miris :(
Beralih dari nama, author adalah remaja yang lahir di Bandung, pada tanggal 19 Juni tahun 1998 dan lahir tepat pada hari Jumat. Yup, tepat di tahun 2015 ini author menginjak usia 17 tahun, dimana para remaja sedang mengalami masa transisi dari remaja ke dewasa. Berbicara tentang cita-cita dari dulu saya selalu ingin menjadi seorang News Anchor. Entah kenapa bila melihat seorang lelaki atau perempuan dewasa duduk di depan layar kaca televisi memakai pakaian formal nan rapi dan menyampaikan berita seputar tanah air dan mancanegara selalu membuat saya berimajinasi bahwa suatu saat saya yang akan menempati posisi itu. Tetapi stelah semakin saya bertumbuh dan bertambah usia saya sudah mulai mengidentifikasi bakat saya dari hobi. Sejak berusia 13 tahun author mencurahkan isi fikiran dan imajinasinya di tuangkan ke dalam sebuah tulisan sehingga pada akhirnya kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan pargraf demi paragraf menjadi sebuah cerita pendek atau yang biasa dikenal cerpen. Dan sejak saat itu, author berubah haluan dari News Anchor ingin menjadi seorang penulis yang handal dan terkenal.

Author merupakan orang yang friendly, easy going, ambisius, perfectionist, strong girl, cheerful, pelit (di dalam kelas tidak pernah mau memberi contekan pada teman yang lain walaupun tidak sedang ujian), penuh imajinasi, suka menari menyanyi dan acting, dan selalu berharap menjadi pasif income.Tertarik dengan sejarah dan ilmu pengetahuan, berharap bisa menjadi polyglot suatu saat, menyukai presentasi, dan menulis karangan. Sangat mengidolakan aktor tampan Mario Maurer, Personil Boyband Exo-K Oh Sehun, Alex Pettyfer dan William Moseley.
Mengenai keluarga, author bukanlah seseorang yang berasal dari keluarga harmonis dan penuh kehangatan. Tinggal bersama sang nenek di sebuah rumah kecil di jalan Jatihandap Timur. Hari demi hari dilalui oleh author bersama sang nenek sejak author berusia 2 tahun. Sang Ayah berdiam dan mencari nafkah di cianjur kota kelahirannya, sedangkan Sang Ibu sudah lama tinggal di purwakarta bersama sang suami ( My Step Father).

Tapi jangan salah, walaupun hanya dengan balutan kasih sayang seorang nenek saja bukan berarti banyaknya hambatan agar bisa maju, membanggakan, berprestasi dan berkreasi. Justru dengan keadaan seperti inilah author menyadari bahwa harus adanya perubahan diri, keadaan dan nasib.

Untuk itu, dalam keadaan apapun selalu ada tekad untuk memperbaiki diri, agar di masa depan authorbisa siap untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Selalu berpikir "Saya memang bukan yang TERBAIK tapi Saya akan berusaha menjadi yang TERBAIK".
 
Yup, itulah sedikit ulasan mengenai profil author sebelum pembahasan berujung menjadi lebih privasi . Semoga dapat menginspirasi, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan yang kurang berkenan di hati para pembaca. Saran dan masukan sangat dibutuhkan agar penulis bisa lebih mengenal dunia pena dengan lebih baik lagi. Ambil yang positiv tinggalkan yang negatif.

Thank's for Reading :D !